Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Minggu tanggal 24
Juni 2018 saya di ajak teman mengikuti sebuah acara yang diselenggarakan di
Indrapura, Kab. Batubara (Sumatera Utara). Teman saya ini baru saya kenal
sekitar seminggu melalui aplikasi chatting. Sebelumnya saya menanyakan kepada
dia mengenai acara apa, kegiatan apa dan tujuannya apa, namun teman saya ini
tdk mau menjelaskan secara detail, dia hanya mengatakan bahwa ini adalah acara
yang dilakukan perusahaan tempat dia bekerja. Dia mengajak saya menginap di rumah teman nya dia yang laki-laki, agar kami esok harinya bisa berangkat bersama-sama dengan bus yang telah mereka sewa. Namun karena masih ada urusan dengan orang tua di Rumah, saya tidak jadi ikut serta pergi dengan rombongan mereka. Saya berangkat sendiri dari Rumah saya ke lokasi yang kebetulan tidak bgitu jauh dari tempat tinggal saya, kira-kira 25 KM.
Pada hari H, berangkatlah saya ke lokasi acara kegiatan
tersebut. Sampai di lokasi saya melihat sudah banyak orang di dalam sebuah Aula
dan sedang menonton video yang ditampilkan melalui proyektor, tempat tersebut
berada di sebuah cafe. Selama saya mengikuti acara yang berlangsung dr pukul
08.00 sd 13.00 tersebut, saya mendengarkan beberapa peserta teriak-teriak dan
bersorak tidak jelas. Terus terang Saya terkejut dan bingung mengenai acara
ini. Dlm video yang diputarkan itu menceritakan orang yang “sukses” dan “kaya”
krna menjalankan bisnis Q-NET. Profil orang diceritakan bisa dibilang
“membanggakan” krna mereka memulai bisnis ini dari nol. Profesi awal mereka
bermacam ada yang supir angkot, tk. Tambal ban, karyawan bengekel (anggapan
orang awam “profesi orang susah”). Kondisi mereka skrg “180 derajat” berubah;
harta mereka banyak mulai dari mobil2 mewah, Rumah mewah (seperti rumah Anisa
Hasibuan; desainer terkenal dan pemilik PT. First Travel) dan sepeda motor
kelas atas.
Selesai sesi “nonton bareng” kemudian masuklah host atau MC
acara tersebut, nama MC nya saya lupa, tapi yang saya ingat dia bermarga br.
Hombing. Setelan pakaiannya sepertinya mahal, mulai dari blazer, sepatu dan
gaya make-up nya yang menurut saya agak kampungan dan norak. Kemudian dia menjelaskan
diri mulai dari latar belakangnya dulu yang berprofesi sebagai kasir sebuah
restoran, tamatan hanya SMA, tinggal di kampung daerah Sidikkalang (Sumatera
Utara) sampai kondisinya saat ini setelah bergabung di Q-NET. “katanya” saat
ini hidupnya berubah “180 derajat” setelah gabung ke Q-NET dia bepenghasilan
$625 (sekitar Rp8.750.00) setiap bulannya. Selama berbicara di depan “peserta”
dia selalu mengelu-elukan Q-NET bagaikan “tuhan” mereka. Suaranya yang lantang
saat menjelaskan Q-NET serta disambut oleh teriakan-teriakan “panitia” acara
membuat suasana aula menjadi semakin bising. Sesi selanjutnya MC mempersilahkan
seorang wanita yang dia sebut sebagai “upline” masuk. Terus terang saya merasa
aneh dan mulai curiga cara masuk para “upline” mereka tersebut. Aneh kenapa?.. Saat
mereka masuk para “panitia” atau member
harus berdiri bak menyambut seorang raja atau ratu di sebuah acara yang sakral.
Mereka berdiri membentuk pagar betis sambil bertepuk-tepuk tangan (kebetulan
diiringi musik hip-pop dan disco) dan tak ketinggalan teriak-teriak mereka yang
mirip penonton bayaran (anak-anak alay)
yang ada di acara Dasyat, Fesbuker
dan acara alay lainnya. Selain itu
pada saat dia masuk dia dikawal oleh 4 orang ( 2 cewek dan 2 cowok) dengan
formasi 2 orang di depan dan 2 orang di belakangnya, pokoknya mirip seperti
mengawal seorang ratu atau pejabat setingkat presiden atau menteri yang akan
naik ke panggung, bahkan menurut saya bahkan yang ini berlebihan. Setelan
pakaiannya juga menurut saya sangat norak seperti MC nya lengkap dengan
kacamata hitamnya.
“Upline” mereka yang pertama ini bermarga br. Manalu,
“katanya” dia tinggal di Jl. Kesatria, Kota Tebing Tinggi. Setelah berdiri dan
menjelaskan diri. Lagi-lagi dia bercerita bahwa dulu dia bersal dari orang
susah yang tinggal di daerah Balam (Riau), orang tuanya tukang bangunan serta
kerja di lading sawit. Sebelumnya dia bekerja sebagai karyawan koperasi di
tebing tinggi, gaji Cuma 1 ikat ( 1 juta), tamatan SMK, bla..bla...dan
lain-lain. Dia bercerita setelah mengikuti Q-NET hidupnya juga berubah “180
derajat” dalam waktu 8 bulan dia sudah bisa membeli mobil Fortuner, liburan ke
luar negeri, naik pesawat, foto dengan Rio Haryanto (mantan pembalab F1) ke
stadion Manchaster City, dll. Dia juga menjelaskan harga pakaian, sepatunya yang
dari luar negeri, jam tangan harga 30 juta buatan jerman. Pokoknya elite dan borjuis lah (Sesuai Video yang mereka
tampilkan sebelum mempersilahkan “upline” ini masuk) yang inti nya supaya orang
ikut/tertarik bergabung dengan Q-NET. Selama dia presentasi ada 2 orang cewek
pengawalnya yang berdisi di samping papan tulis sambil memegang tissue, spidol,
air mineral, penghapus. Selain itu pada saat si “pengawal” memberikan sesuatu
yang dibutuhkannya untuk presentase, 2 pengawalnya selalu membungkuk padasaat
memberikan kepada si “upline”
Luar
biasa dan sangat norak kali kan??!!.. kasih tepuk tangan..prak..prak..prak..
hahahaha
Pada
bagian ini ia menjelaskan kelemahan hidup “orang Indonesia” mulai dari;
1. Menyimpulkan
2. Sok
pintar
3. Pemalas
4. Tidak
berani/nekat
5. Gampang
menyerah
Secara harfiah, saya menilai sebahagian itu ada benarnya
juga, namun dia menjadikan hal tersebut untuk sebagai alat untuk memotivasi
semua orang untuk bergabung ke Q-NET. Dijelaskan sangat banyak tentang
Q-NET,dari sejarah berdirinya, pendiri-pendirinya, pengikut-pengikutnya,
pandangan agama, sampai dengan perijinan Negara dijelaskan dengan tegas. Q-NET Itu
bukan sebuah bisnis yang sejenis dengan CNI, MLM, dan pulsa DBS. Karena Q-NET di dirikan di Negara Inggris
yang melarang binis MLM hal itu yang membuat binis ini semakin “menarik” untuk
diikuti dan di jalankan. Gaya “Upline” ini sok yang udah palin hebat dan
terbilang kasar dalam berbicara, nada suara yang tinggu, pemilihan kata yang
kurang pantas dan aksinya yang memukul-mukul papan tulis menambah ketidaksukaan
saya kepadanya.
Setelah selesai sesi dia maka masuklah sesi ke 2 yaitu sesi
penjelasan tentang cara kerja bisnis Q-NET. Kali ini seorang Pria, lagi-lagi
orang batak (terus terang saya jadi malu karne komplotan mereka memang
mayoritas orang batak) bermarga Sinaga. Dia Tinggal di Tebing Tinggi (sama
dengan Si Cewek). Kembali, dia juga masuk seperti cara masuk “upline” pertama,
dan ini lebih mewah lagi; 3 pengawal wanita berjalan di depannya dan 3 pengawal
pria di belakangnya, jadi ada 6 orang total pengawalnya masuk ke aula.
Aula tempat acara ini berlangsung yang mungkin kalau para
pembaca lihat atau ada di acara itu secara langsung, pasti muak, marah, aneh,
lucu, norak (katrok/ndeso) tidak menyangka akan hal tersebut. Bagaimana tidak?!!..
aula yang menurut saya kumuh dan kelas café dijadikan tempat pertemuan atau
acara seminar bisnis yang “pembicara”nya saja dilakuakn pengawalan ketat,
lengkap dengan seragam Blazer, Jas, Sepatu Mahal, Jam tangan berharga 30 juta,
belum lagi para “panitia” dengan pakaian Taxido (rompi) untuk laki-laki, Blazer
untuk perempuan, Sepatu dan alat-alat lain yang “katanya” seba mahal dan
berkelas. Pakai logika anak TK (Taman kanak-kanak) saja pasti tidak akan
percaya, apalagi kalangan terpelajar apalagi orang dewasa. Sanagat jelas sekali
bahwa ini dalah acara settingan atau rekayasa yang sengaja dibuat untuk
menjebak lebih banyak orang bergabung di Q-NET.
Penjelasan “upline” ke 2 tidak jauh berbeda dengan yang
sebelum-sebelumnya (sebelum dia masuk mereka menampilkan video editan mereka
yang isi video tersebut kondisinya tidak jauh berbeda dengan “upline” pertama),
yaitu: perkenalan diri, berasal dari kalangan miskin, pendidikan hanya SMP,
profesinya dahulu hanya tukang bangunan, supir truk buah sawit, supir angkot.
Namun “katanya” dia saat ini juga sudah sukses, punya Ninja Warior dan Mobil
Terios pokoknya berubah “180 derajat”. Sebelum menjelaskan cara kerja Q-NET,
terlebih dia menjelaskan “The Cashflow
Quadrant” karangan/pendapat orang terkenal Robert Kiyosaki. Sama seperti yang pertama, selama dia presentasi,
2 pengawal pribadinya berdiri di samping papan tulis memegang alat keperluan
presentasinya. Setiap memberikan alat tulis dan air minum bahkan tissue untuk
melap kringatnya, pengawal tersebu harus menunduk.
Norak banget ya??
Pada penjelasan si “Upline” ke 2 ini lebih lama dan terus
terang saya lebih tidak suka lagi. Sebenarnya saya sudah ingin meningglkan
lokasi tersebut setelah tahu saat MC dan “upline” pertama masuk. Sebab saya
sudah tahu arah dan tujuan acara tersebut, namun karena menghargai teman saya
dan agar tidak ngambek (kebetulan teman saya ini cewek yang lumayan cantik, dan
pembaca sudah pasti tahu lah “modus PDKT” supaya dia respek sama saya.…
hahahahahahahahaha). Menurut dia ada 5 syarat menjadi orang kaya dan sukses di
Q-NET.
Syarat
Menjadi Kaya Menurut Q-NET:
1. Identitas
diri (KTP,SIM,Pasport)
2. N.I.K
(Nama Ibu Kandung
3. AW
(Ahli Waris)
4. Paham
(Cara Kerja Q-NET)
5. Membeli
1 kali Produk Q-NET untuk seumur hidup minimal Rp 7.150.000
Selama acarta berlangsung, mereka selalu menekankan dan
memberikan contoh, kenapa warga China (tionghoa) di Indonesia lebih kaya dari
pribumi, karna mereka bekerja dengan keberanian dan nekat dan sungguh-sungguh.
Hellooo…? Logika saja, kalau binis ini bisa membuat orang cepat kaya,
sudah pasti orang tionghoa
menjalankan bisnis ini bepuluh tahun lalu dan mereka tidak akan mungkin
diberikan kesempatan kepada orang lain untuk menjelaskan bisnis ini.
Kenyataannya. Sampai saat ini dari sekian teman saya yang Tionghoa dengan
latarbelakang yang bermacam-macam, tidak ada yang mengetahui bisnis Q-NET ini. Hahaha. Memang benar Orang tionghoa rata-rata
lebih sukses daripada kita, tapi bukan karena cara seperti ini mereka bisa
sukses. Merka suskses dengan kerja keras dan usaha yang tekun, hemat, dan
berfikir secara logis. Tak ada yang dari bisnis MLM (Skema Ponzi) seperti ini,
kalaupun ada itu hanya beberapa orang saja dan mereka tidak masuk dalam
kategori “sukses” versi orang tionghoa.
Penjelasan
dia akan saya jelaskan sesuai gambar di bawah ini;
Gambar Cara kerja TCO (Q-NET) – Mirip Skema Ponzi
Jadi setiap orang yang ingin bergabung cukup membeli 1
product dari Q-NET, product yang harganya paling murah Rp7.150.000 (baca:
Syarat Menjadi Kaya Menurut Q-NET). Setelah membaya maka
langsung mendapatkan Hak Usaha di QNET atau disebut TCO (Tracking Center Owner) yang artinya dimana anda memeiliki pusat
jaringan sendiri. Pekerjaan yang harus dilakukan cukup mudah, yaitu hanya
dengan mencari teman lebih banyak lagi untuk ikut dalam bisnis yang
mengatasnamakan Q-NET. Jika mampu merekrut 6 orang untuk ikut dibawahnya atau
menjadi anak buahnya maka Q-NET akan memberikan anda uang sebesar $225/6orang.
Dan begitu seterusnya. Hal yang perlu dilakukan ketika mulai bergabung yang paling
utama adalah minimal harus bisa merekrut 2 orang untuk dijadikan orang
dibawahnya. 2 orang tersebut minimal sudah menjadi teman anda untuk ikut merekrut
orang lebih banyak lagi. Bayangkan saja dengan kurs mata uang dolar saat ini Rp
14.000 maka kita tinggal kalikan saja setiap ratusan sampai ratusan ribu dolar
yang kita hasilkan. Siapa yang tidak tergiur dan tertarik untuk bergabung.
Selama presentasi dia selalu menjelek-jelekan orang
berpendidikan, yang pendidikan diploma dipanjangkannya sampai D7, pendidikan strata
disebutnya Es-teler dan Profesor menjadi Compressor. Mereka merendahkan
pegawai/karyawan serta PNS sebagai dan meyebut profesi itu sebagai budak. Saat
“Upline” menjelaskan hal-hal ini, rasanya pengen muntah dan memaki-makinya tapi
kembali lagi, saya segan dan tidak enak dengan teman saya. Bahasanya sedikit
mengancam; dia mengharapkan orang tidak gabung di Q-NET mati ditabrak mobil
di jalan saat pulang dari acara tersebut, cepat bertobat, yang intinya
seperti ini: MANUSIA YANG MEMILIKI HARPAN
= GABUNG KE Q-NET, MANUSIA YANG TIDAK
MEMILIKI HARAPAN = MATI, MANUSIA YANG TIDAK GABUNG KE Q-NET = MANUSIA YANG
TIDAK MEMILIKI HARAPAN. Hal yang paling membuat saya ka nada tidak sengaja
tertawa adalah saat dia menjelaskan bahwa jaminan uang calon pemilik TCO adalah
hanya di selembar perjanjian dengan dirinya diatas materai 6.000, Kalau kurang,
dia akan menjaminkan mobilnya, Sepeda Motor Wariornya dan lebih gila-nya lagi
dia menjaminkan kepalanya sendiri sebagai jaminan perjanjian TCO tersebut. Mungkin
menurutnya semua orang yang ada di ruangan itu adalah orang-orang yang bodoh,
udik, kampungan seperti para “panitia” (komplotan mereka), member atau calon
member mereka yang sudah berhasil mereka jebak termasuk teman saya itu,
Sedangkan “perjanjian” yang sudah ditandatangi perusahaan, saja masih ditipu
padahal sudah punya legalitas hukum, terdaftar dilembaga pemerintah dan terkenal
diseluruh Indonesia. Contohnya: First Travel, Abu Tour, Pandawa Group, Cipaganti,
dan masih banyak lagi.
Setelah Prentasi ke-2 selesai MC masuk dan melanjutkan acara
settingan ini. MC langsung memanggil member yang pada minggu atau bulan
tersebut mendapat komisi (dalam istilah mereka: turun komisi), semua dipanggil
satu persatu. Dan bisa ditebak, orang-orang yang dipanggil naik semuanya
“panitia berompi”. Komisi yang mereka dapat adalah bentuk “cek” mata uang dolar
Amerika (US $) yang dibungkus dalam sebuah amplop putih. Komisi yang dibacakan
mulai $225 sd $745. Tapi anda berfikirlah dengan jernih, itu semua bukan cek
atau uang seperti yang dijelaskan. Itu semua hanya amplop kosong atau ampolop
yang berisi kertas biasa. Kalaupun benar uang dolar yang pasti itu bukan uang
mereka tapi uang “ka nada” mereka. Karena itu sudah mereka setting supaya kita
percaya.
Sebelum keluar dari ruang aula, MC mempersilahkan 4 orang
memberikan kesaksian mengenai bisnis QNET ini. 2 orang laki-laki dan 2
perempuan. Dan lagi-lagi pengakuan ini yang membuat saya sah sebagai acara
settingan. Ada beberapa poin penting dari kesaksian mereka, bahkan saya jadi
hapal semua naskah “acting” mereka, yaitu;
“Semangat
Pagi, Ora Umum.. (kemudian bercerita bla-bla-bla). Ini acara dan bisnis luar
biasa, Saya berasal dari kampung-kampung (sambil menyebutkan kampungnya
masing-masing: yang saya ingat mereka ada dari daerah pedesaan Rokan Hulu;
Kasikan-Kab. Kampar; Raya-Kab. Simalungun; dan Pedesaan Kab. Dairi), pendidikan
rendah, orang miskin, umur…(tak lupa mereka menyebutkan umur mereka; yang
berkisar 18 sd 23 tahun), bagaimana tua? (langsung disambut penonton bayaran
atau penonton settingan yang tak pernah diam selama acara:..”tua mas/tua mbak”)
tak mengapa tua yang penting saya memiliki impian,… bla-bla-bla. Saya sudah sudah
turun komisi (sesuai “komisi settingan” mereka). Impian saya sebentar lagi,
saya bisa membeli 1 ninja Warior harga 60 Juta ( kembali langsung disambut
penonton bayaran:..”luar biasa”).
Hampir 95% kalimat yang mereka ucapkan sama (mungkin
naskahnya sudah seperti itu) tidak terkecuali perempuan dan laki-laki. Semua
nya sama:
1. dari
kampung, orang miskin,
2. tidak
berpendidikan
3. dahulu
kerja jadi bidan, penjaga kolam, supir, tukang (pokoknya gaji nya kecil)
4. kata-kata
“tua?”, punya impian.
5. Yang
paling membuat saya tidak bisa menahan
tawa adalah ketika keempat orang tersebut memiliki impian yang sama yaitu dalam
waktu dekat ini mereka akan membeli ninja warrior seharga Rp 60 Juta.
Lucu
ya, ?.. hahahahahahaha… keempatnya mau beli ninja warior belum lagi orang yang berdebat
denga saya pada saat makan siang (baca di percakapan). Sepertinya bulan depan
(Agustus 2018) PT. Meganusa Semesta (Main dealer Kawasaki di Sumatera Utara)
harus menyediakan stock Ninja Warrior yang banyak, karena permintaan Ninja Warrior
Kawasaki Ninja 250 akan membeludak dari para member Q-NET, dan bisa dipastikan
karyawan mereka akan mendapat bonus besar-besaran dari atasan PT. Meganusa
Semesta. Hahahaha. Lol. Itu masih Ninja Warrior, belum lagi Mobil Fortunes dan
Pajero Sport. Kwkwkwkwkwk..
Saya saat ini berfikir/curiga bahwa teman saya itu adalah
bagian dari komplotan jaringan mereka untuk menjebak banyak orang termasuk saya
(walau mereka tidak berhasil menjebak saya).
Tepat Pukul 13.00 WIB sesi presentasi ke-2 telah selesai.
Para peserta dipersilahkan keluar dan makan siang yang telah mereka sediakan.
Makan siang seadanya yang paling sederhana, bisa dibilang ASMA (asal mateng)
saja, maklum supaya irit dan dana sindikat tersebut sangat terbatas. Para
peserta seminar Q-NET dipersilahkan makan dan minum di luar ruangan atau di
halaman sekitar aula. Pada saat makan peserta pemula (calon member; seperti
saya) akan didatangi oleh para panitia yang sudah ditugaskan khusus oleh para
“upline” untuk menjelaskan, mengajak, dan memastikan peserta pemula itu agar
bergabung. Pengamatan saya teman/kenalan peserta pemula yang mengajak mereka ke
acara tersebut sepertinya tidak ikut bertindak secara langsung menjelaskan,
karena menurut saya ka nada dampak psikologis yaitu; menghindarkan rasa sungkan
dan cekcok kemudian hari antara “orang yang mengajak” dengan “calon member”
bilamana tidak jadi bergabung. Sebab, selama diskusi itu berlangsung “Panitia
berompi” bebas menyampaikan kata-kata kepada “calon member” baik itu kalimat
yang halus dan ramah, kalimat dengan nada menyindir, dan bahkan kalimat yang
cukup kasar. Apapun akan mereka lakukan supaya calon peserta mau ikut bergabung
dengan bisnis Q-NET ini. Posisi duduk para peserta pada saat makan tersebut
sangat berjauhan dan memang disetting seperti itu, sebab mereka juga
menghindarkan suara percakapan antara calon member lain dengan “panitia
berompi”. Mungkin saja bisa mempengaruhi niat calon member tidak jadi gabung ke
Q-NET (misalnya; saya). Karena terus terang selama saya debat suara mereka kuat
dan saya juga kuat dan ngotot mempertahankan argument masing-masing.
Pengalaman saya pada saat diskusi, para “panitia berompi”
berganti-gantian menjelaskan kepada saya; tujuan, alasan, hasil, bukti, logika
berpikir dari mereka supaya cepat kaya. Rata-rata mereka adalah wanita. Terus
terang selama saya berdebat dan diskusi dengan mereka saya tersinggung dan
sedikit emosi. Kenapa? Mereka merendahkan atau seperti menjelek-jelekan saya,
mungkin mereka sudah tahu bahwa saya tidak suka dengan bisnis ini atau intinya
tidak akan bergabung dengan bisnis Q-NET. Karena selama debat saya juga
memberikan alasan yang kuat, sampai-sampai “panitia berompi” bergantian
berbicara dengan saya bahkan keroyokan 3 vs 1 orang. Hahahahahaha, seingat
saya ada kalimat psikologis dari mereka kepada saya yang mengundang emosi dan
ketidaksukaan saya kepada bisnis ini, berikut beberapa percakapan yang saya (S)
ingat dengan mereka (M):
M:
“emang bapak kuliah apa dulu”
S:
“Cuma lulusan S1 Ekonomi”
M:
“wah orang pintar lah bapak ya?’’
S:
“gak akh biasa aja, banyak teman saya lebih pintar dari saya”
M:
“bapak S1 ya?,saya udah Es teller Pak.”
S:
“ohh.. pantes cara berbicara kalian seperti orang udik yang tidak berpendidikan”
M:
“udah kerja berapa tahun”
S:
“ya.. baru 4 atau 5 tahun lah”
M:
“udah kerja 5 tahun, udah banyak lah harta kamu ya?, rumah, mobil. Trus emang
udah apa aja yang kamu hasilkan?
S:
“gak sebanyak itu lah, paling ada sepeda motor (sambil menujuk sepeda motor NEW
Vixion R saya. Terparkir tak jauh dari kami duduk), tabungan deposito di bank,
2 asuransi jiwa, sedikit tabungan, ya.. bisa membanggakan ke-2 orang tua, beberapa
kali memberi hasil gaji ke orang tua, bantu sedikit-sedikit orang tua
nyekolahin 3 adek saya, membelikkan HP kepada 3 adek saya, ya pokoknya adik2
saya bangga lah ke saya.
M:
“Ohh.. baru punya motor butut ya pak?, udah lunas motornya?”
S:
“wah.. terus terang. Saya beli barang gak pernah ngutang. Apaun itu!”
M:
“mana lebih hebat, kedua orang tua saya yang PNS atau cuma kamu yang pegawai swasta”
S:
“saya gak bisa bilang saya lebih hebat dari orang tua kamu dan orang tua mu
lebih hebat dari saya. Tapi yang jelas saya lebih hebat dari kamu atau kalian
bertiga. Emang nya kalian bertiga udah bisa seperti saya?, jawab jujur ya..!!
M:
(dengan nada geram)“gak usah sombong kau, masih karyawan, biar kau sadar ya, kamu
itu Cuma budak!!, tapi dengan gabung di sini kamu bisa jadi bos, gak liat
buktinya nya tadi. Mereka udah punya mobil yang banyak, rumah mewah, mobil,
ninja warior. Kamu gak ada apa-apanya dibandingkan mereka.!! Hidup tanpa
harapan lebih baik mati”
S:
“So, Apa harapan kalian?
M:
(secara bergantian dan kroyokan ngomongnya) “ya.. dalam waktu dekat ini impian
kami gak banyak-banyak. Kami mau beli mobil, rumah, sepeda motor warrior”
S:
“jadi kalian semua udah punya lah ya, minimal warior? Hahahaha. Jangankan
warior, makan kalian dikasih sama bos hanya ikan alakadarnya sama beras catu,
sama kaya menu makan yang kalian kasih hari ini. Tempat tinggal mess kalian aja
kyak ikan sarden, 1 mess tapi isinya puluhan orang. Jangan cerita lah ke saya,
kesini aja kalian itu dibayari sama bos kalian nyewa bus harga murah. Kalian
liat aja aula kalian ini, ditempat kumuh, jauh dari kota ke kampung-kampung.
Aku tau kenapa? Kalian gak sanggup nyewa gedung di medan atau di kota, terus
kalian juga takut di ciduk ama polisi. Biar kalian tahu ya, aku ini bukan anak
baru lahir kemaren sore. Bisnis kalian ini terselubung, maka nya gak berani
tampil di kota. Dan semua acara kalian ini Cuma setingan. Paham!!
Kemudian diskusi kami terputus karena “panitia” lain
menyuruh semua peserta kembali masuk untuk mengikuti acara terakhir. Karena
sudah tahu dari awal motif acara ini, bosan dan merasa kesal dikibuli teman
sendiri, akhirnya saya pulang. Saya pamit dengan mereka dan teman yang
,mengajak saya ikut ke acara ini. Saya lihat “dia” menunjukkan rawut wajah yang
cemberut dan kecewa, karena saya pulang dan tidak ikut bergabung dengan bisnis
Q-NET. Banyak panitia dan “dia” membujuk saya mengikuti acara terakhir dari
“upline” mereka, namun dengan lembut dan sopan saya menolaknya, berpamitan
pulang. Saya tidak mau terjebak lebih dalam lagi dengan mereka, langsung saya
“stater” sepeda motor saya dan pergi meninggalkan tempat. Padahal rencana kami
sebelumnya setelah acara ini selesai
saya mau bawa “si dia” jalan-jalan ke Tebing Tinggi (Kampung saya) atau
mengantarkan pulang dengan sepeda motor saya, namun hal itu tidak jadi. Sebab,
kalau saya menikuti acara terakhir tersebut saya pasti terjerumus dan terjebak
atau malah timbul hal yang tidak diinginkan. Karena, saya curiga para “upline”
nya pasti memiliki “alat” rahasia lain, misalnya: gendam, hipnotis atau praktek
psikologis lain, malum karena meraka sudah pasti ahli dalam meyakinkan orang.
Penutup dan Kesimpulan Mengenai Q-NET
1. Menurut
bisnis sejenis Q-NET ini adalah bisnis Penipuan. Mungkin bila anda melihat
secara langsung anda akan yakin itu adalah hal yang benar. Tapi satu hal yang
perlu anda ingat semua hal itu adalah settingan belaka yang dikemas sebegitu
bagusnya sehingga banyak percaya dan ikut bergabung ke dalam bisnis Q-NET. Bila
ada orang menyatakan dia telah berhasil menjalankan bisnis ini, jangan langsung
percaya. Jangan Percaya jika Aparat (Polisi dan TNI) ikut gabung dan sukses di
Q-NET, itu sebagai meyakinkan anda saja bila binis ini aman, secara aparat juga
ikut gabung binis ini. Padahal ada posisi yang didemo oleh para korbannya dan
langsung mendatangi markas di mana mereka bertugaas. Sebagai manusia yang
diberikan akal untuk berfikir kritsis dan logis. Jangan percaya dengan stelan pakaian
mereka yang “wah” dan kendaraan super mahal yang ada pada mereka. Ingat itu
hanya Settingan biar anda percaya.
2. Bila
anda ingin bergabung ke dalam bisnis sejenis itu, anda seharusnya harus
terlebih dahulu membuktikan hal itu seakurat-akuratnya dengan berbagai sumber
yang ada. Contohnya anda bisa searching di
internet atau google, Tanya kepada orang lain, dll. Karena ketika saya berdebat
dengan para “panitia berompi” (member),
saya sedikit menjelaskan bahwa sebelumnya sudah tahu bisnis Q-NET dari teman
dan Serching dari Google. Ekspresi mereka seperti “cacing kepanasan” dan sedikit
marah. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis ini adalah penipuan. Mereka tidak mau
kedok mereka terbongkar.
3. Berhati-hatilah
berteman atau menerima ajakan dari teman dalam mengikuti acara yang mereka
sendiri tak mau menjelaskan acara itu secara jelas. Seperti saya; teman saya
tidak mau menjelaskan dan dia hanya memberi tahu itu adalah acara gehtring dari perusahaannya.
4. Bila
ada tawaran pekerjaan yang tidak jelas dengan pengasilan/gaji yang diluar
logika, jangan mau. Karena sudah banyak korban yang telah mereka jerat dengan
modus seperti ini. Kebanyakan korban memang dari wilayah terpencil dan jauh
dari keramaian/kota. Sebab orang-orang yang tinggal dari “pedalaman/terpencil”
lebih mudah untuk mereka bodoh-bodohi. Mereka awalnya membuka lowongan kerja
(persis seperti status teman saya tadi di akun aplikasi chatting;- “lowongan
pergudangan”), lowongan kerja elektronik (Pekanbaru dan Jambi), Lowongan
mekanik (wilayah Lamongan, Surabaya, Pekalongan di pulau Jawa) dan lowongan
tambang (di Pulau Kalimantan).
5. Menurut
info yang saya dapat, para korban yang mereka rekrut akan ditempatkan di
wilayah yang sangat jauh dari tempat mereka tinggal. Contohnya jika korban “lowongan
kerja” itu berasal dari Aceh dengan dijanjikan kerja di area Riau, maka pada
kenyataannya akan ditempatkan di daerah lain yang lebih jauh, seperti Batam,
Pulau Jawa, bahkan Kalimantan dan Sulawesi. Selain itu, para korban juga akan
dimintai sejumlah uang antara Rp 7.500.000 sd Rp 8.000.000 sebagai modal masuk
kerja, yang pada kenyataannya uang itu digunakan untuk membeli produk dari
Q-NET tersebut (Hak TCO), bahkan ada lagi yang menahan izasah para korban
sebagai zaminan “kerja” para korban. Hal inilah paling utama (selain sulitnya
mencari pekerjaan) yang membuat para korban akhirnya mau bergabung dengan
Sindikat bisnis ini.
6. Hati-hati
jika berdebat dengan para member mereka (sindikat jaringan). Mereka dengan
notot akan berdebat dengan anda, Walaupun “katanya” mereka hanya lulusan;
SD,SMP,SMA, dll. Kalau dalam istilah orang Medan mengatakan “nyari seri/imbang
saja susah apalagi menang”. Sebab, mereka sudah mendapatkan pelatihan khusus
selama berbulan-bulan setiap hari atau “cuci otak” oleh
paraUpline/Leader/Bos/Pimpinan di wilayah mereka beroperasi.
7. Menurut
Hukum dan Agama Islam (dari artikel yang saya baca – saya sertakan juga link
artikel tersebut) bahwa bisnis ini adalah haram. Walaupun pada presentasi atau
penjelasannya itu sudah halal dalam istilah jual-beli, namun pada kenyataannya
tidak. Mereka mungkin sudah ada bukti NPWP – karena semua badan usaha di
Indonesia ini harus ada no. NPWP nya. Mungkin Juga mereka terdaftar di Badan
yang mengatur jual beli – tapi kerja binis ini tidak ada sangkut pautnya dengan
legalitas tersebut. Mungkin juga mereka sudah ada sertifikat dari Badan
Keagamaan, bisa jadi Sertifikat itu sudah tidak berlaku lagi (expired - Kadarluarsa).
8. Sistem
binis ini adalah sejenis dengan MLM, walau mereka menyatakan dengan keras
mereka bukan MLM. Tapi system cara kerjanya tidak ada yang berbeda dengan MLM
ataupun Sistem Ponzi (Money Game). Sebab, mereka membutuhkan “kaki di kiri dan
kanan” yang akhirnya akan membentuk piramida
segitiga. Khusus MLM dan Sistem Ponzi
(Money Game) akan saya jelaskan di artikel selanjutnya.
Sekian
penjelasan dan cerita dari saya. Saya berharap tidak ada lagi korban dari
Bisnis Q-NET atau bisnis sejenis ini yang bertambah. Sebagai warga yang baik
kita harus ikut serta tanggungjawab dan mencegah jika ada korban yang akan
terjerat, peduli (care) dengan sesama,
jangan bersikap apatism. Terlampir juga saya sertakan bukti-bukti link dan link
video yang membuktikan bahwa bisnis ini adalah penipuan dan anada bisa cari
sendiri dengan Apliakasi pencarian mengenai Q-NET. Silahkan tinggalkan Komentar
anda di bawah.
Link
berita penipuan Q-NET
